Menyayangi Anak Meskipun Hasil Perselingkuhan

Salah satu bentuk kasih sayang Rasulullah terhadap bayi dan keinginan beliau agar bayi diberikan penyusuan secukupnya adalah seperti dalam kisah seorang wanita dari Bani Ghamidiyah yang datang kepada beliau, mengaku bahwa dirinya telah berselingkuh dan hamil dari hasil perselingkuhan itu. Dalam kasus ini, Nabi bersabda kepadanya, "Pulanglah dulu sampai saatnya nanti kamu melahirkan kandunganmu! "

Setelah melahirkan, wanita itu datang kembali seraya menggendong bayinya. Ia berkata, "Wahai Rasulullah, bayi ini telah saya lahirkan." Nabi bersabda kepadanya, "Pulanglah kamu, kemudian susuilah dia sampai kamu menyapihnya. " 

Setelah wanita itu menyapih bayinya, barulah Rasulullah menegakkan hukuman kepadanya.

Bagi mereka yang mau merenungi hadits di atas, akan melihat hal-hal yang menakjubkan, di antaranya:

1. Bahwa sesungguhnya Nabi setelah yakin bahwa wanita itu hamil dari hasil perbuatan selingkuh, maka beliau tidak menganjurkan agar menggugurkan janin yang dikandungnya. Berbeda halnya dengan yang biasa dilakukan oleh orang sekarang. Mereka menggugurkan kandungan dari hasil perselingkuhan. Hal semacam ini berarti di samping melakukan perbuatan dosa, yaitu selingkuh, ia juga berbuat dosa yang lain, yaitu membunuh jiwa manusia dengan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

2. Sebaliknya, dalam kasus ini justru Rasulullah tetap menyuruh perempuan itu pulang dan menunggu hingga waktunya melahirkan, sebelum ditetapkannya hukuman.

3. Setelah wanita itu melahirkan, Rasulullah menyuruhnya pulang agar dapat menyusui bayinya hingga tiba masa penyapihan. Wanita itu pun menyusui bayinya lalu menyapihnya dalam keadaan sang bayi telah mampu memakan makanan.

4. Nabi dalam hal ini berlaku bijaksana dengan menyerahkan sang bayi kepada salah seorang sahabat agar ada yang merawat dan mendidiknya.

Ini adalah bukti kasih sayang Rasulullah terhadap anak, sekalipun dari hubungan selingkuh. Hal ini menunjukkan keinginan beliau agar bayi yang tak berdosa tidak tersia-siakan. Sebab sang bayi tidak layak menanggung dosa dari perbuatan yang tidak dilakukannya.

0 Response to " Menyayangi Anak Meskipun Hasil Perselingkuhan"

Post a Comment

wdcfawqafwef