Ketika orang-orang musyrik Tha'if bersikeras menolak seruan Rasulullah untuk masuk Islam, mereka menyakiti dan melempari beliau dengan batu. Sementara itu, orang-orang Quraisy masih saja menentang dakwah beliau. Menyikapi penentangan ini, Rasulullah menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang benar-benar memiliki sifat kasih sayang kepada umatnya. Beliau berdoa,Sabda Nabi adalah:
"Aku berharap semoga Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka orang yang menyembah kepada Allah semata tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Harapan Rasulullah yang tertuang dalam doa tersebut telah diwujudkan oleh Allah dengan masuk Islamnya anak-anak kaum musyrikin tersebut di kemudian hari.
Demikianlah, Nabi menganjurkan kaum muslimin untuk selalu berdoa agar generasi penerus mereka menjadi orang-orang yang baik. Di antara doa yang beliau ajarkan adalah doa ketika hendak melakukan hubungan suami-istri. Beliau bersabda, "Seandainya salah seorang dari kalian ketika mendatangi istrinya (untuk bersetubuh) mengucapkan doa,
'Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak-anak yang Engkau berikan kepada kami.'
Lalu kedua suami itu itu dikarunai anak, maka dan hubungan itu, setan selamanya tidak berani menggodanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits ini terdapat tuntunan bahwa dalam melakukan sesuatu sebaiknya selalu diawali dengan penyebutan nama Allah. Sebab, manakala nama Allah disebut di awal hubungan suami-istri, maka ketakwaan akan menjadi fondasi yang akan menguatkan kedua pasangan. Hingga atas izin Allah, setanpun tidak mampu mengganggunya.
Allah memerintahkan kita untuk memilih pasangan hidup dari kalangan hamba-hamba Allah yang shalih ketika menikah. Hal tersebut dimaksudkan agar mereka mampu mendidik generasi yang shalih. Sebab, seseorang yang tidak memiliki sesuatu, tidak akan bisa memberikan sesuatu itu kepada orang lain. Allah berfirman,
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan." (QS. An-Nur: 32)
Sabda Nabi yang memiliki kesamaan arti dalam hal ini
"Pilihlah (tempat yang baik) untuk nutfah (sperma) kalian, nikahilah perempuan yang kufu' (sejajar tingkatannya), dan nikahkanlah mereka." (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ad-Daraquthni)

0 Response to "Doa Untuk Anak Yang Masih Dalam Sulbi Ayahnya"
Post a Comment