Pendidikan anak yang tepat merupakan tanggung jawab yang dibebankan kepada kedua orang tua dan sekaligus menjadi amanat yang dibebankan di atas pundak para pendidik. Kelak, Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka di hari kiamat dan akan menanyai mereka perihal apa saja yang telah mereka lakukan. Oleh karena itu, kita melihat banyak orang tua berada dalam kondisi yang serba membingungkan, terutama dalam segi pertanggungjawaban ini. Bahkan terkadang membuat pikiran mereka selalu trauma. Mereka bingung menyikapi bagaimana agar berhasil dalam pendidikan anak-anak mereka yang memiliki bakat dan kecenderungan yang berbeda. Lebih-lebih dalam menghadapi kesulitan untuk mendapatkan metode pendidikan yang tepat.
Mereka bingung apa yang mesti dilakukan jika anak-anaknya tidak juga disiplin terhadap bimbingan yang mereka berikan. Apakah memukul merupakan cara yang tepat? Sekiranya memukul dibenarkan, lantas berapa kadar besar-kecilnya pukulan, kapan saatnya, dan benda apa yang digunakan untuk itu? Jika cara memukul bukan merupakan jalan keluar yang efektif, lalu cara apa lagi yang dapat ditempuh ketika keadaan menjadi demikian?
Apabila memukul anak diperintahkan ketika berusia sepuluh tahun, anak tidak juga mengerjakan shalat, lalu apakah seorang anak juga dipukul ketika ia melakukan pelanggaran selain shalat sebelum usianya yang kesepuluh?
Hal yang perlu diperhatikan dalam kondisi demikian ini secara keseluruhan adalah bagaimana seandainya anak-anak telah melampaui usia kekanak-kanakannya, sedangkan mereka masih jauh dari kepatuhannya serta tidak membiasakan disiplin hingga masa balighnya, sedangkan keluarganya masih belum puas apabila menyapihnya dari keadaan dan sikap yang dilakukan anak tersebut?
Apa yang seharusnya dilakukan jika anak-anak memiliki karakter membangkang, penakut, pengecut, hingga ia berani berdusta, dan banyak melakukan penipuan baik demi kebaikan atau keuntungan dirinya? Apakah sikap tegas justru malah menjadikan sikap negatifya bertambah atau justru berguna untuknya?
Apa dampak positif yang timbul dari sikap lemah lembut dan kasih sayang yang berlebihan terhadap perilaku anak? Pada akhir bagian ini, kami ajukan pertanyaan, bagaimana Anda, sebagai seorang pendidik, bisa memastikan bahwa Anda berada pada jalur yang tepat, berdasarkan metode ilmiah, dalam mendidik anak-anak Anda, baik dari segi akhlak, sosial, kejiwaan, jasmani, kecerdasan, bahkan secara seksual?
Bagaimana pula Anda dapat memahami bahwa Anda telah menggunakan sistem pendidikan yang sesuai dengan metode ilmiah dan yang telah dikaji dengan penuh ketelitian, tanpa membutuhkan lagi percobaan untuk membuktikan keakuratannya dan tanpa membutuhkan lagi sedikit atau banyaknya pengalaman dalam penerapannya? Lebih-lebih urusan seperti ini sering mengalami stagnasi yang sulit dielakkan, kecuali jika Allah berkehendak lain dari semua metode tersebut.
Sesungguhnya jawaban dari pertanyaan tersebut, secara keseluruhan dan sebagian besar, terangkum dalam blog ini. Dalam blog ini, Anda akan temukan petunjuk Ilahiyah dan bimbingan yang bersumber dari ajaran Nabi, juga intisari pemikiran ulama Muslim yang telah mencurahkan usahanya, baik yang berupa pendapat, amal perbuatan yang praktis, yang memuat segala sepak terjang anak-anak, yaitu ketika si anak masih berada dalam sulbi ayahnya hingga ia dilahirkannya ke dunia, tumbuh menjadi dewasa, mencapai usia baligh, dan menjadi dewasa serta mendapatkan taklif (beban) hukum dari Allah. Semua itu merupakan tanggungan bagi Anda dalam rangka menerapkan pendidikan yang gemilang bagi anak-anak kesayangan Anda. Janganlah Anda takut menghadapi tantangan dan kendala-kendala yang menghadang pendidikan mereka.
Adalah Allah Tuhan yang menjadi Pelindung bagi kita, yang telah menurunkan Al-Kitab. Hanyalah Allah yang senantiasa memberikan pertolongan kepada para hamba-Nya yang shalih.
0 Response to "Pendidikan anak yang tepat"
Post a Comment